Selasa, Februari 03, 2009

Sejarah Yahudi


Seperti telah ditunjukkan di awal, semua tanah Palestina, khususnya Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Alasannya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah ini.

Menurut studi sejarah yang didasarkan atas penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, Nabi Ibrahim, putranya, dan sejumlah kecil manusia yang mengikutinya pertama kali pindah ke Palestina, yang dikenal kemudian sebagai Kanaan, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi. Tafsir Al-Qur'an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot).
Al-Qur'an menyebutkan perpindahan ini sebagai berikut:
Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (Qur'an, 21:69-71)

Daerah ini, yang digambarkan sebagai “tanah yang telah Kami berkati,” diterangkan dalam berbagai keterangan Al-Qur'an yang mengacu kepada tanah Palestina.
Sebelum Ibrahim AS, bangsa Kanaan (Palestina) tadinya adalah penyembah berhala. Ibrahim meyakinkan mereka untuk meninggalkan kekafirannya dan mengakui satu Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah, beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya Isma’il (Ishmael) di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya Ishaq (Isaac) tetap di Kanaan. Seperti itu pulalah, Al-Qur'an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim mendirikan rumah untuk beberapa putranya di sekitar Baitul Haram, yang menurut penjelasan Al-Qur'an bertempat di lembah Mekah.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qur'an, 14:37)

Akan tetapi, putra Ishaq Ya’kub (Jacob) pindah ke Mesir selama putranya Yusuf (Joseph) diberi tugas kenegaraan. (Putra-putra Ya’kub juga dikenang sebagai “Bani Israil.”) Setelah dibebaskannya Yusuf dari penjara dan penunjukan dirinya sebagai kepala bendahara Mesir, Bani Israel hidup dengan damai dan aman di Mesir.

Suatu kali, keadaan mereka berubah setelah berlalunya waktu, dan Firaun memperlakukan mereka dengan kekejaman yang dahsyat. Allah menjadikan Musa (Moses) nabi-Nya selama masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Ia pergi ke Firaun, memintanya untuk meninggalkan keyakinan kafirnya dan menyerahkan diri kepada Allah, dan membebaskan Bani Israil yang disebut juga orang-orang Israel. Namun Firaun seorang tiran yang kejam dan bengis. Ia memperbudak Bani Israil, mempekerjakan mereka hingga hampir mati, dan kemudian memerintahkan dibunuhnya anak-anak lelaki. Meneruskan kekejamannya, ia memberi tanggapan penuh kebencian kepada Musa. Untuk mencegah pengikut-pengikutnya, yang sebenarnya adalah tukang-tukang sihirnya dari mempercayai Musa, ia mengancam memenggal tangan dan kakinya secara bersilangan.

Menyusul wafatnya Nabi Yusuf (Joseph), Bani Israel mengalami kekejaman tak terperikan di tangan Firaun.

Meskipun Firaun menolak permintaannya, Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan.
Dalam Al-Qur'an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur'an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu'min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur'an, 48:26)

Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa (Jesus) AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya. Dan, seperti disebutkan Al-Qur'an, mereka itu yang: ": telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur'an, 5:78) Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

Tujuan penjelasan yang panjang lebar ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendapat dasar Zionis bahwa “Palestina adalah tanah Allah yang dijanjikan untuk orang-orang Yahudi” tidaklah benar. Pokok permasalahan ini akan dibahas secara lebih rinci dalam bab tentang Zionisme.
Zionisme menerjemahkan pandangan tentang “orang-orang terpilih” dan “tanah terjanji” dari sudut pandang kebangsaannya. Menurut pernyataan ini, setiap orang yang berasal dari Yahudi itu “terpilih” dan memiliki “tanah terjanji.” Padahal, ras tidak ada nilainya dalam pandangan Allah, karena yang penting adalah ketakwaan dan keimanan seseorang. Dalam pandangan Allah, orang-orang terpilih adalah orang-orang yang tetap mengikuti agama Ibrahim, tanpa memandang rasnya.

Al-Qur'an juga menekankan kenyataan ini. Allah menyatakan bahwa warisan Ibrahim bukanlah orang-orang Yahudi yang bangga sebagai “anak-anak Ibrahim,” melainkan orang-orang Islam yang hidup menurut agama ini:

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Qur'an, 3:68)
Sumber : Tragedipalestina

Senin, Februari 02, 2009

Pempek Adaan



Saya suka sekali dengan Pempek, apalagi anak saya doyan banget, beberapa kali bikin gagal melulu, wah baru sekarang berhasil suamiku bilang "mama dah pinter bikinnya ya ngga kaya dulu pempeknya kaya karet he...he.... "
Bahan :

1 kg ikan tenggiri yang dihaluskan
300 ml air es
4 butir telur
8 butir bawang merah iris halus
2 btng daun bawang iris halis
500 gr tepung kanji
2 sdm garam


Cara membuat :

  1. Aduk ikan, telur, bawang merah, daun bawang, air, garam.
  2. Uleni sambil dimasukan tepung kanji sedikit demi sedikit sampai kalis.
  3. Untuk mencetaknya caranya ambil sendok 2 buah, terus sendok yang 1 mengambil adonan kemudian dibuat bulat dengan memakai sendok satu lagi walau pun tidak bulat sama sekali.
  4. Rebus dalam air mendidih lalu goreng sampai matang
  5. Sajikan dengan cuko


Martabak Telur ala Yasmin



Nah kalo ini resep buatanku sendiri, meracik-racik dan hasilnya seperti ini, tidak kalah dengan tukang martabak yang dikaki lima, wah lumayan muantappp....


Bahan :


10 lbr Kulit lumpia "Spring Roll"

250 gr daging ayam cincang kasar

2 bh Wortel di iris tipis

2 btg Daun Bawang di iris

3 butir telur

200 ml air


Bumbu halus :


2 siung bawang putih

5 siung bawang merah

1/2 sdt merica

1 sdm bumbu kari

garam


Cara membuatnya :

  1. Tumis bumbu halus sampai harum, kemudian masukkan daging ayam cincang, aduk sampai daging berubah warna.
  2. Tambahkan air dan biarkan sampai bumbu meresap dan mengering. angkat dan sisihkan.
  3. Campur wortel, daun bawang, daging ayam yang sudah ditumis, dan telur beri garam lalu aduk rata.
  4. Ambil 1 lembar kulit lumpia, isi dengan campuran ayam kemudian lipat seperti amplop, lalu langsung goreng jangan disimpan dulu setiap selesai lipat langsung goreng sampai kulit lumpia habis.
  5. Sajikan dengan sauce sambal

Sabtu, Januari 31, 2009

Mas Gifar Kenapa ya ???













Acara hari libur ini adalah ke compond, ceritanya ibu-ibu yang di al jubail mau menjenguk mas Gifar putranya Ibu Amin, kita menyebutnya ibu camat atau ibu jabat (he... he...).

Beberapa hari yang lalu kakinya mas Gifar nih kepleset sewaktu main bola, sehingga kaki kirinya di gip, ko bisa sampai begitu ya ????

Mudah-mudahan cepet sembuh deh mas Gifar lain kali hati-hati ya.

Rombongan tiba di kediaman Ibu Amin, kami semua berangkat memakai transportasi Bis Karyawan, memang rada susah kalo ke compond bingung transportasinya, harus dipesan jauh-jauh hari.

Eh ada bu Hadi juga ya (ko tumben ?)

Datang ke tempat bu Amin nuansa Arabnya tidak terasa, karena jamuannya khas Masakan Indonesia yang tercinta, lagian memang tidak bisa masak masakan Arab.

Disini disediain "MIE AYAM ala Ibu Jabat" di tambah cemilan yaitu Onde-onde, Martabak telur, perkedel jagung, pisang goreng keju semuanya buatan ibu-ibu yang cantik-cantik dan kreatif.

Oh iya ada yang lupa saking asyiknya menikmati jamuan dan ngerumpi, kita tidak menanyakan kronologisnya kenapa mas Gifar jadi di gip kaya gitu ? wah jadi tidak enak sama tuan rumah ibu-ibu nih pada ga sopan ya (Maaf bu Amin ya .... abis enak sih mie ayamnya jadi lupa deh ...).
Ibu-ibu Indonesia yang tinggal di compond juga pada datang nih, tambah rame aja tempatnya bu Amin

Tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 15.00, dan Bis pun datang, akhirnya rombongan meninggalkan tempat kediaman Ibu Amin. Terima makasih ya.....

Rabu, Januari 28, 2009

Cipanas, Nikmati Kesejukan Taman Bunga Nusantara






Kita mengenal beberapa tempat tujuan wisata alam yang sangat menarik di Jawa Barat. Di antaranya Gunung Tangkuban Parahu, Pemandian Air Panas Ciater, Situ Patengang, Situ Cileunca, Pantai Pangandaran, Palabuhan Ratu, Taman Ciung Wanara, Kebun Raya Bogor, Kebun Binatang maupun berbagai tempat menarik lainnya.

Bila hendak menikmati keindahan aneka ragam tumbuhan bunga, sekaligus menambah wawasan tentang berbagai jenis tumbuhan, kita antara lain dapat mengunjungi berbagai tempat seperti Kebun Raya Bogor, atau Taman Bunga Nusantara yang berada di daerah Cipanas Cianjur.Taman yang diresmikan pada akhir 1995 lalu oleh Presiden Soeharto ini, mempunyai luas 35 hektare. Lahan dibagi menjadi beberapa fungsi, yaitu 23 hektare untuk taman bunga , 7 hektare sebagai taman bermain anak-anak, 2 hektare untuk taman pembibitan, dan 3 hektare untuk fasilitas restoran.

Di areal taman bunga ini, disediakan tempat khusus untuk berkumpul. Di tempat ini, kita dapat menggelar tikar untuk makan bersama dan mengadakan berbagai acara, seperti perlombaan dan permainan. Hal ini sengaja dibuat agar pengunjung tidak mengganggu areal taman bunga.Menyempatkan diri untuk berkeliling taman dan mencari berbagai informasi seputar taman, maka pertama kali pandangan saya tertarik dengan display burung merak. Ketertarikan saya itu tertuju pada rangkaian bunga yang terhampar membentuk pola ekor merak yang berwarna-warni. Display burung merak ini, dibentuk oleh 20.000 bunga musiman yang seluruhnya berasal dari luar negeri, seperti bunga pentunia. Bunga ini disebut bunga musiman karena memiliki masa hidup dan berbunga antara 2-3 bulan saja.
Bunga-bunga ini mendapatkan perawatan ekstra, termasuk penyediaan lahan yang subur, penyiraman dengan takaran air yang tepat, dan pemberian insektisida secara teratur. Jadi dapat dibayangkan setiap 2-3 bulan sekali pengelola taman bunga ini mengganti seluruh tanaman bunganya. Oleh karena itu jangan heran jika kita berkunjung lagi ke sana, kita akan mendapat dekorasi warna bunga yang berbeda. Display lain yang menarik perhatian saya adalah jam taman. Jam taman ini cukup besar. Jarum jamnya pun sekitar 4 meter. Jam taman ini dirancang oleh teknisi dari Jepang.
Jam ini berdentang setiap setengah jam sekali yang diiringi oleh suara bel dan musik. Tak jauh dari jam taman, saya memerhatikan taman air yang sepintas biasa-biasa saja. Di sana terdapat beberapa tumbuhan air seperti lotus atau bunga teratai dan teratai raksasa (Victoria amazonica). Namun kesan biasa-biasa itu berubah menjadi luar biasa, setelah memperoleh informasi bahwa lotus itu berasal dari Asia Timur dan Australia, sedangkan teratai raksasa berasal dari Amerika Selatan.
Di taman air pun, terdapat tanaman dari AS bagian tenggara yang mempunyai nama latin Thalia delbata. Selain itu, ada juga pohon papyrus yang berasal dari Mesir. Pohon papyrus ini digunakan sebagai bahan pembuat kertas oleh bangsa Mesir sejak 2750 SM.
Di samping itu, taman bunga ini juga menyimpan kekayaan fauna meskipun hanya terbatas pada jenis burung dan jumlahnya pun tidak banyak. Di kawasan taman air ini, juga terdapat angsa berwarna putih dan hitam, serta beberapa burung belibis. Angsa putih ini khusus didatangkan dari Eropa, angsa hitam berasal dari Australia, sedangkan belibis dari Belanda. Tentunya hewan-hewan ini pun membutuhkan pemeliharaan yang ekstra ketat.
Mengelilingi taman bunga dengan berjalan kaki, tentu sangatlah melelahkan karena luasnya area. Untuk mengefektifkan waktu, kita dapat menggunakan fasilitas mobil yang sudah disediakan pengelola untuk berkeliling ke seluruh area taman ini. Dengan menggunakan kendaraan, kita akan melihat bagian unik lainnya dari taman ini, di antaranya ada taman Prancis. Taman Prancis ini, dibuat berdasarkan pola taman bunga di negara Prancis yang disebut parteri. Taman ini seperti hiasan sulaman.
Kita juga bisa menyempatkan diri menikmati lahan sejuk yang dipenuhi pohon palem. Berbagai jenis palem sengaja didatangkan dari beberapa negara, di antaranya palem alexandria dari Queensland, Australia, palem raja dari Kuba, dan palem kipas dari Meksiko. Selain itu ada juga taman Jepang yang mengambil pola taman-taman gaya Jepang yang serba mini.
Sumber : Perempuan.com

Semarang, Jateng; The City of Sam Poo







Salah satu pelabuhan terpenting di zaman kolonial, ia masih memikat dalam pesona jejak-jejak kisah masa lalu. Tetap merupakan kota pelabuhan yang sangat berperan di Nusantara, Ibukota Propinsi Jawa Tengah ini kini dikenal sebagal pusat masyarakat keturunan Cina terbesar di Indonesia. Inilah Semarang.

Kalau bertanya tentang asal usul nama area perkotaan seluas 373,67 km2 ini, Anda akan mendapat dua `versi' yang amat berbeda, tergantung pada siapa Anda bertanya. Penduduk asli Jawa bercerita tentang paduan pohon asem dan arang yang membentuk kata 'Semarang'. Sementara masyarakat etnis Cina akan berkisah tentang seorang admiral dari dataran Cina yang datang berkunjung ke kota ini, Admiral Chen Ho.
Perjalanan ke Semarang di era modern ini bagai melangkah dalam kapsul yang membawa diri tersedot arus waktu ke masa lalu. Bangunan-bangunan tua masih berjajar angkuh sepanjang kawasan yang kini tersohor dengan nama Kota Lama (Outstadt), memberikan atmosfir khas zaman penjajahan Belanda. Gedung-gedung berarsitektur kolonial, seperti Gereja Blenduk di Jl. Jend. Suprapto, gedung PT. Perkebunan XV Persero di JI. Mpu Tantular dan gedung Kantor Pos yang berlokasi tak jauh dari Jembatan Berok adalah saksi bisu tragedi maupun kejayaan kota ini.

Pada pedagang yang menghuni kios-kios kecil sepanjang kanal, baik di sisi kiri manpun kanan Jembatan Berok, juga menawarkan pemandangan unik yang seakan 'diimpor' dari masa lalu. Dari tukang pijit lesehan, praktisioner pengobatan tradisional Cina, kedai jajan dan warung kopi, hingga kios penjual pulsa isi ulang kartu ponsel, semua bisa ditemukan di sini.
Tak jauh dari Kota Lama, sebuah kawasan historis lainnya dapat pula dikunjungi. Kawasan Pecinan Semarang yang melintasi Jl. KH. Wahid Hasyim dan bercabang-cabang hingga ke gang-gang kecil, seperti Gg. Pinggir, Gg. Warung dan Gg. Lombok, meriah tak ubahnya set sebuah film silat. Beberapa klenteng menyembul di antara kedai-kedai makanan Cina yang menebarkan aroma harum, mengundang selera.

Urusan makanan memang juga menjadi salah satu keunggulan Kota Semarang. Tak sebatas Chinese food saja, segala gaya makanan ada di sini. Salah satu pusatnya adalah Kawasan Simpang Lima. Jantung kota yang dipenuhi shopping centers, gedung-gedung perkantoran dan hotel-hotel berbintang ini adalah pusat jajanan yang tak pernah lengang dari pagi hingga malam! Bahkan di akhir pekan, mulai Sabtu malam sampai Minggu pagi. semua jalan seputar Simpang Lima ditutup dan dijadikan area 'pasar kaget' yang menjual segala hal. You name it! Semua ada, bahkan juga tanaman langka dengan harga-harga miring. Termasuk atraksi tari-tarian dan hiburan lainya.
Simpang Lima juga merupakan lokasi berdirinya dua buah bangunan megah. Lawang Sewu yang legendaris dan Mesjid Raya Baiturrahman yang terletak di sisi barat alun-alun. Kedua bangunan ini sekarang menjadi incaran para pencinta arsitekur, seni dan fotografi. Lawang Sewu sendiri, yang sayangnya kini lebih terkenal sebagai tempat ajang uji nyali karena konon bangunannya dihuni hantu-hantu masa lalu.
Lawang Sewu juga memiliki nilai sejarah perjuangan kemerdekaan. Pada tanggal 14 sampai 19 Agustus 1945, puluhan pejuang muda yang tergabung dalam Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Lima di antaranya lalu dikebumikan di halaman Lawang Sewu. Peristiwa berdarah yang dikenal sebagai 'pertempuran lima hari' ini kemudian diperingati dengan didirikannya Tugu Muda di kawasan Simpang Lima.
Selain bangunan-bangunan bersejarah, pusat-pusat peribadahan masyarakat Cina Semarang juga menyajikan beragam kisah unik. Yang paling terkenal dan kerap dikaitkan dengan nama Kota Semarang adalah Klenteng Sam Poo Kong di wilayah Gedung Batu. Inilah salah satu kompleks religius tertua di Indonesia yang menjadi simbol eksistensi dan kelestarian Chinese heritage yang semarak di Semarang.
Setiap tahun, kompleks yang kini telah direnovasi dan ditambahkan beberapa bangunan baru untuk memperlancar pengelolaannya, merupakan lokasi penyelenggaraan peringatan kedatangan Admiral Chen Ho di tanah Jawa. Bahkan, perayaan 600 tahun kedatangan sang admiral tahun lalu, diadakan dalam tema kolosal yang sangat megah. Dimulai dengan sembahyang bersama, acara ini dimeriahkan pula dengan kesenian Barongsay, Liong-Samsi, beragam pentas seni, pesta lampion dan pesta kembang api, serta bazaar. Sebuah warisan luhur vang patut dipertahankan dan dilestarikan sepanjang masa.

Kini, sebuah bangunan baru turut meramaikan daftar tujuan wisata ziarah di Semarang. Berdiri megah diatas bukit, di tepi jalan utama ke arah Ungaran. Pagoda Avalokitesvara, juga dikenal dengan nama Pagoda Metta Karuna yang berarti loving kindness, baru-baru ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto.
Pagoda yang terdiri dari 7 tingkat ini menjadi 'kediaman' dari sekitar 30 patung pemujaan yang cantik dan sangat menawan. Sebuah patung berukuran raksasa mendiami rongga tengahnya yang menjulang tinggi, dikelilingi gunungan buah-buahan dan bunga sebagai persembahan. Benar-benar unik! Pagoda setinggi 45 m inipun sekarang menjadi landmark terbaru kota yang kian lama kian menawan ini. Inilah Semarang
Sumber : Perempuan.com

Mesjid Kubah Emas, Depok ; Berwisata Sambil Beribadah






Berada di areal Masjid Kubah Emas memang seperi berada di ‘negeri lain’. Hamparan taman bunga dan tanaman buah yang menghijau menjadi pemandangan yang menakjubkan. Apalagi saat menatap masjid megah dengan kubah emasnya yang bergaya Timur Tengah dan berada persis di tengah-tengah hamparan warna hijau nan sejuk, anda pasti akan semakin terkagum-kagum dan betah berlama-lama di lokasi ini.

Masjid Kubah Emas sebenarnya berdiri dari cita-cita mulia seorang hamba Allah yang ingin mengagungkan symbol kebesaran Islam. . Masjid di Desa Maruyung - Cinere, Limo, Depok ini memang sangat megah, sosok bangunan seluas 60m x 125m yang terletak di atas lahan seluas 55 ha ini bagaikan oase di padang pasir, sejuk dan menyegarkan bagi para pengunjungnya. Sang pemilik Ibu Hj. Dian Juriah M. Al-Rasjid seakan ingin ‘memindahkan’ masjid Nabawi yang ada di Madinah ke Depok.
Arsitektur masjid ini mewakili citra yang tertanam di benak masyarakat kita pada umumnya. Contohnya adalah diterapkannya lima kubah yang melambangkan Rukun Islam dan enam minaret yang melambangkan Rukun Iman. Langgam arsitektur berupa motif belah ketupat dan segitiga khas Islam juga diterapkan. Selain itu pemilik juga mengadopsi elemen tertentu dari Taj Mahal, misalnya kubah bawang. Selain itu ada pula detail-detail ornamen dari India, misalnya pada krawangan di area selasar.
Sebagai sebuah bangunan yang megah dan memesona, masjid ini memiliki bangunan dan halaman yang begitu luas. Luas bangunan masjid sekitar 8.000 meter persegi dan mampu menampung sekitar 15.000 hingga 20.000 jamaah. Ruangan masjid terbagi atas ruang utama, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruang-ruang fungsional lainnya. Ruangan utama masjid didominasi oleh warna monokrom dengan warna dasar krem.
Di langit-langit kubah terdapat mural yang nuansanya dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi cuaca di luar masjid. Pada dasar kubah terdapat koof lampu yang diberi aksen warna emas, seolah-olah batas cakrawala. Di atasnya terdapat 33 jendela yang masing-masing diisi kaligrafi tiga nama Allah SWT sehingga seluruhnya berjumlah 99 (Asmaul Husna).
Untuk menuju lokasi ini tidak terlalu sulit, karena dapat ditempuh dari beberapa arah. Bila berangkat dari arah Terminal Depok, pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi dapat mengambil jalan menuju arah Kecamatan Sawangan. Setelah sampai di pertigaan Parung Bingung, pengunjung disarankan berbelok ke kanan ke arah Kecamatan Cinere, lalu menuju lokasi masjid. Jarak antara pertigaan Parung Bingung ke lokasi masjid sekitar 3 - 4 km.
Bagi pengunjung yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, dari Terminal Kota Depok, dapat berangkat dengan menggunakan jasa angkutan kota (angkot) nomor 03 menuju pertigaan Parung Bingung. Dari pertigaan ini, pengunjung disarankan menggunakan ojek menuju Masjid Kubah Emas. Kota Depok berjarak sekitar 7 km dari Masjid Kubah Emas. Sedangkan untuk pengunjung yang berangkat dari Terminal Lebak Bulus atau Terminal Pondok Labu di Jakarta Selatan, dapat menggunakan jasa angkutan kota (angkot) bernomor 102 menuju pertigaan Parung Bingung, kemudian belok kanan menuju arah lokasi masjid.
Wisatawan yang berkunjung ke masjid ini dikenai biaya parkir kendaraan. Untuk rombongan bus dikenai tarif parkir sebesar Rp 10.000, untuk mobil keluarga dikenai tarif 3.000, sedangkan pengendara roda dua hanya sebesar Rp 2.000 (Mei 2008). Masjid Kubah Emas dibuka setiap hari untuk umum pada pukul 04.00—06.00 WIB dan pada pukul 10.00—20.00 WIB. Pada hari Kamis, Jumat.

Di masjid ini terdapat fasilitas-fasilitas penunjang yang bisa membuat pengunjung semakin betah berlama-lama di sini, di antaranya mini market, restoran, kios makanan, toko butik, rumah penginapan, gedung serbaguna, auditorium, gedung Islamic Center, dapur umum, dan toko suvenir. Wisatawan yang berniat mampir ke toko suvernir dapat membeli aneka cenderamata, seperti cangkir, pin, kaos, mukena, sajadah, songkok, dompet, jam, piring, dan lain-lain.Selain itu, masjid ini mempunyai tempat parkir seluas 7.000 meter persegi yang dapat menampung 300 kendaraan roda empat atau 1.400 kendaraan bermotor.
Sistem pengamanan kompleks masjid ini diserahkan kepada para satpam yang bertugas di lokasi masjid. Bagi para pengunjung yang ingin berfoto di lokasi masjid ini tidak perlu khawatir, karena di sini terdapat banyak fotografer yang menawarkan jasa foto. Pengunjung yang ingin berwisata rohani ke masjid ini juga dapat mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan masjid ini secara rutin, di antaranya kegiatan tausiyah umum setiap hari Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu pada pukul 10.30 - 12.00 WIB. Sebagai sebuah kawasan terpadu untuk sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial, masjid ini di masa mendatang akan dilengkapi dengan rumah sakit, sekolah perawat, pesantren, dan universitas
Sumber : Perempuan.com

Tahu Telur Saus Petis


Bahan :

300 gr tahu cina/tahu sutra
5 butir telur bebek/ayam
½ sdt garam
½ sdt merica bubuk
minyak untuk menggoreng

Saus :

2 siung bawang putih
3 buah cabai rawit
1 buah cabai merah
1 sdm kacang tanah
3 sdm petis udang
1 sdm kecap manis
125 ml air masak

Pelengkap :

150 gr taoge, buang akarnya, seduh air mendidih, tiriskan
100 gr mentimun, potong kecil
2 batang seledri, cincang halus
2 sdm bawang goreng
2 sdm kacang tanah goreng

Cara Membuat:

  1. Potong tahu bentuk dadu 1 cm, goreng dalam minyak panas sebentar, angkat dan tiriskan, sisihkan. Jaga jangan sampai kulit tahu berkulit.
  2. Kocok telur, garam dan merica bubuk, lalu masukkan tahu goreng, aduk rata. Lalu bagi adonan menjadi 4 bagian.
  3. Siapkan cetakan bundar (ring) bergaris tengah 8 - 10 cm, tinggi 4 cm. Panaskan minyak yang banyak dalam wajan, celupkan cetakan ke dalamnya. Setelah panas masukkan 1 bagian adonan ke dalamnya. Siram-siram atasnya dengan minyak panas hingga telur mengeras.
  4. Lepaskan tahu telur dari cetakannya dan teruskan menggoreng hingga seluruh bagian matang, angkat dan tiriskan. Lakukan hal yang sama untuk sisa adonan.
  5. Saus : goreng bawang putih dan cabai hingga matang, angkat dan haluskan bersama kacang tanah goreng. Masukkan petis dan kecap manis, aduk dengan air masak hingga rata.
  6. Penyajian : taruh tahu telur di atas piring saji, taruh timun, taoge dan seledri diatasnya, siram dengan saus, taburi bawang goreng dan kacang tanah goreng, hidangkan
Sumber : Perempuan.com


Tahu Gejrot


Bahan-bahan

Deep fried tofu (tahu berkulit yang benar-benar keropos)
500 ml Air
100 gr gula merah
2 sdm Kecap manis
kira2 2 sdm air asam

Bumbu ulek

cabe rawit hijau
bawang merah
garam

Cara membuat

1. Tahu: potong diagonal, tata pada mangkuk
2. Saus gula: didihkan air, masukan gula dan kecap, didihkan
3. Masukkan air asam sedikit demi sediki sambil dicicipi untuk menemukan rasa yang pas
4. Penyelesaian: ulek cabe rawit, bawang merah, dan sedikit garam, kasih saus gula
5. Siramkan pada tahu, sajikan
Sumber : Perempuan.com

Kentang Bumbu Ketumbar


Bahan-bahan:

500 gr kentang

50 ml air matang


Bumbu halus

2 siung bawang putih

2 siung bawang merah

2 sdm ketumbar

garam secukupnya

1 sdt gula pasir


Cara membuat

1. Rebus kentang, kupas, dinginkan, potong dadu

2. Seduh bumbu halus dengan air matang

3. Siram kentang dengan bumbu, aduk rata, biakan 15-30 menit

4. Goreng kentang sampai kekuningan

5. Angkat, tiriskan, sajikan