Sabtu, Agustus 08, 2009

Kenapa Shalat Harus Menghadap Ka'bah ?




Mungkin selama ini kita selalu bertanya setiap kali kita melakukan ibadah sekaligus rukun Islam nomor dua yaitu shalat kita selalu menghadap kiblat, atau dalam hal ini Ka'bah. Nah mengapakah sebenarnya harus menghadap Ka'bah?

Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Konon di zaman Nabi Nuh as, ka’bah ini pernah tenggelam dan runtuh bangunannya hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi Ka’bah dan bangunannya pernah berdiri.

Lalu Allah swt memerintahkan keduanya untuk mendirikan kembali ka’bah di atas bekas pondasinya dahulu. Dan dijadikan Ka’bah itu sebagai tempat ibadah bapak tiga agama dunia. Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.

Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". (QS. ). Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. Al-Hajj : 27).

Di masa Nabi Muhammad, awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Namun Rasulullah saw berusaha untuk tetap shalat menghadap ke Ka’bah. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan Ka’bah. Dengan mengahadap ke utara, maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina, beliau juga tetap menghadap Ka’bah.

Namun ketika beliau dan para shahabat hijrah ke Madinah, maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. Dan Rasulullah saw sering menengadahkan wajahnya ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke Ka’bah. Hingga turunlah ayat berikut :

Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144).

Jadi di dalam urusan menghadap Ka’bah, umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. Ka’bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di atas bumi untuk dijadikan tempat ibadah manusia pertama. Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang muslim harus menghadap ke Ka’bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat.

Sumber : Eramuslim.com


Jumat, Agustus 07, 2009

Makan Kerang ......

Belanja apa ya sekarang, setiap hari masak makin bingung mo masak apa lagi neh.... akhirnya setelah lama aq berpikir, kutemukan ide ....

Akhirnya pergilah aq ke pasar, menuju tempat jualan ikan, dan ku beli 2 kg kerang seharga 15 ribu, tadinya mo kepiting yang aq beli cuma ribet ambil dagingnya itu mending yang praktis aja deh...

Nyampe rumah langsung deh dimasak, sebelumnya itu kerang dibersihin dulu sampe bersih dari pasir yang masih ada di kulit kerang, berkali-kali aq bersihin sampe bener-bener bersih, baru deh masak air tunggu sampe mendidih baru masukin kerangnya.

Biasanya kalo aq nih, setelah mateng dan kebuka tuh kulit kerang aq matiin tunggu sampe dingin, nah pas dingin tuang air kaldunya itu memakai saringan kelapa atau kain ke wadah bersih, soalnya kotoran pasirnya masih ada tuh dari dalam kulit kerang yang sudah kebuka.

Trus kerangnya dicuci lg sampe bersih, air kaldunya jangan dibuang,
Setelah itu baru deh dimasak lg, kerang dan air kaldunya itu, tunggu sampe mendidih dan masukin bumbu halus yang sudah ditumis, jangan lupa beri garam dan gula.



Nah jadi dech, kerang siap dihidangkan di tambah dengan saos sambel, mantaaappp......

Minggu, Agustus 02, 2009

Pesta Duren...

Hari ini aq pulang ke cilegon, setelah berlibur ke Cibadak sukabumi, berhubung di daerah Lido suka macet, akhirnya aq melewati jalan alternatif yaitu melewati Cihideung Bogor.
Nah di Cihideung ini, ada perkebunan duren kepunyaan Pak Warso sepertinya pak Warso ini pensiunan TNI.

Mampir deh sebentar sambil menikmati duren jatuhan, kebunnya luas banget dan pendek-pendek, ada juga kolam ikannya, wah ikannya itu banyak dan besar-besar, seneng banget ngeliatnya...udaranya sejuuuukkkk banget...


Tuh kah durennya gede banget... pas pintu masuk...



Hhhhhmmmmm mantap dech....yummy...


Kalo mau makan duren pesen disini, durennya sudah ditimbang harganya 32 rb/kg, rata2 durennya min kurang lebih 2 kg



Wah pesta duren dimulai, masih kurang kayanya....




Anak-anak juga ternyata suka... awas jangan kebanyakan nanti mabok...


Nah ini baru datang lagi durennya, banyak khan dijamin puas makan disini...


Banyak foto keluarga pak Warso semua dipajang disini, supaya pembeli melihat...


Mancing yooooo....

Sudah sekian lama tidak datang kerumah orangtuaku, dan melihat kolam ikan yang belum lama ini diolah, jadi kolam ikannya masih seperti aslinya.

Belum ada tanaman untuk mempercantik kolam dan belum ada tambahan pelihara ternak selain ikan jadi kolamnya masih terlihat panas tidak ada tempat untuk berteduh kalau mau mancing.



Ini adalah tempat kolam ikan tampak dari depan rumah orang tuaku


Kaka dapat ikan hasil mancing, cuma kecil...hebat euy...jadi ketagihan pengen mancing lg...


Alat pancingnya cuma satu, jadi dijaring aja...lumayan dapet banyak....


Nayor

Week End adalah hari yang ditunggu oleh semua orang, nah liburan keluargaku pergi ke daerah tempat dimana aq dibesarkan, yaitu kota cibadak di Sukabumi.

Sudah lama memang aq tidak mampir ke Cibadak, dimana banyak kenangan masa kecilku disana, dan di kota inilah saudara dari orang tuaku berada.

Kebetulan rumah orang tuaku berdekatan dengan pusat jajanan, ada martabak telor, martabak manis, putu ayu, nasi goreng, bakso dll, sama seperti yang berada di cilegon tempat tinggalku sekarang. Tetapi untuk rasa jauh banget dengan cilegon, di cibadak dan sukabumi jajanannya sangat enak2, sama dengan daerah bogor, banyak pilihan. Kalau pagi ada bubur ayam khas sukabumi yang sangat lezat, sambil menikmati udara yang sejuk dan dingiiiinnn.

Nah disini juga ada transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat cibadak, yaitu nayor (delman). Sewaktu aq masih sekolah SMP, aq kadang kalo pulang sekolah naik nayor bersama teman-teman, dan ternyata sampai sekarang masih ada belum punah.

Kesempatan inilah aq gunakan mengajak anak-anak naik nayor keliling cibadak, dan mereka sangat senang sekali.....walaupun aq rada-rada takut kudanya ngamuk...tapi alhamdulillah engga apa2....









Entah kapan kesana lagi, semoga diberi kesempatan kembali membawa anak2 ke cibadak untuk naik nayor....


Kamis, Juli 30, 2009

Kumpul Keluarga Besar

Hari minggu, 26 Juli 2009 kemaren di rumahku ada acara kumpul keluarga dari keluarga besarku, dah lama ngga ketemu.
Setelah ketemu wah pada lain ya, keponakanku dah pada gede.....


Nah ini dia ponakanku yang baru sebagian sih soalnya ada juga yang masih balita


Ini adalah adikku, dikeluargaku ada 3 perempuan




Iseng pergi ke Lippo Karawaci, ngajak main anak-anak



Ini Ponakanku si kecil dari adikku yang pengais bungsu


Ini saudara kembarku, coba yang mana diriku.....

Rabu, Juli 22, 2009

Tahu gimbal

Semarang adalah Ibukota Jawa Tengah, disinilah keluarga my hubby dilahirkan dan dibesarkan. Kalau sudah ke sini makanan pertama yang aq santap adalah si Tahu Gimbal, jangan khawatir kalo makan tahu gimbal di jamin rambutnya tidak akan menjadi bob marley, atau si mba surip (tak gendong kemana-mana....).

Tahu gimbal hampir sama dengan ketoprak yaitu pake bumbu kacang bedanya isi dari tahu gimbal yaitu, tahu, lontong, kol, telur ceplok, bakwan udang dll (lupa lagi deh apa lagi isinya ....).

Sambil menunggu pesanan aq beli buah lengkeng, buah ini kesukaan putri kecilku, beli 1 kg bisa habis sendiri.



Buah lengkeng




Mesjid Agung Simpang Lima Semarang







Nah ini adalah gerobak dari Tahu gimbal, makan lesehan deket mesjid agung, dibawah pohon rindang asyik deh angin sepoy...sepoy...




Senin, Juli 20, 2009

Salak Pondoh



Jalan-jalan emang mengasyikan, setelah cape jalan-jalan ke malioboro jogja, waktunya pergi ke semarang. Selama perjalanan mampir deh di daerah sleman, disini tempatnya jualan salak pondoh yang terkenal manis, banyak macam-macam salak, seperti salak madu, salak gading, salak nglembut, dan salak pondoh. Tapi masyarakat sering menyebut salak pondoh. Padahal salak pondoh beda dengan salak lainnya harganya pun beda, seperti salak pondoh lebih murah dengan salak madu, karena salak madu lebih manis.

Yemplung dech.....




2 hari tinggal di Indonesia kunjungan pertama adalah kolam renang, adem juga nyemplung dah lama ngga renang, kebetulan hari itu adalah hari pertama sekolah di Indonesia jadi kolam renang agak sepi, leluasa untuk renang tapi....... wah item lagi deh tuh anak-anak...kelamaan renang....



27 Juni 2009

Berangkat juga akhirnya menuju negeri kelahiranku ibu pertiwi, dengan memakai pesawat Saudi semuanya lancar walaupun terlambat 1 jam dari schedul.


Sudah berada di dalam pesawat tinggal terbang deh....


Selama 8 jam berada di pesawat nyampe juga di Indonesia, sekarang antri di Imigrasi, rame banget, banyak tkwnya pada pulang



Orang tua lagi antri anak-anak pada lesehan nunggu lama buanget deh ampe pegel